Follow My Twitter

hosting indonesia

Pemilu Rektor UM 2014 ini Daftar Calonnya

Pemilu Rektor UM 2014 ini Daftar Calonnya - Suasana panas pemilihan umum rektor UM 2014 mulai terasa. Hal ini mulai menjadi perbincangan di salah satu blog kampus Universitas Negeri Malang (UM) di http://berkarya.um.ac.id. Halaman blog yang sering menjadi tulisan dari beberapa ide dosen, dan mahasiswa tersebut nampak ramai soal post dengan judul: "BAKAL CALON REKTOR". Na, siapa saja sebenarnya bakal calon rektor UM untuk periode 2014/2018?

Pemilu Rektor UM 2014 ini Daftar Calonnya
Pemilu Rektor UM 2014 ini Daftar Calonnya
Menurut http://surabaya.tribunnews.com menjelaskan ada 9 daftar calon rektor UM yang menjadi kandididat dalam pencalonan/pemilu rektor UM 2014 ini, berikut daftar calon rektor UM tersebut:

1. Prof A Rofiudin yang saat ini menjabat Pembantu Rektor 2,
2. Profesor Dawud, Dekan Sastra,
3. Prof Supriono, Dekan Fakultas Ilmu Politik,
4. Prof Haris Safrudi,
6. Prof Imam Suyitno,
7. Profesor Imam Asrori,
8. Prof Winarno, Pembantu Dekan 1 Fakultas Ilmu Keguruan,
9. Dr Sugianto, Kepala Penjaminan Mutu dan Dr Suyono, Dosen Bahasa Indonesia.

Kegiatan pemilu ini di jelaskan ada beberapa tahapan mulai dari seleksi, administrasi, pengambilan surat suara, dan sebagainya yang sudah dijelaskan pada gambar: http://www.kotepoke.org/2014/04/pemilu-raya-rektor-um-2014.html. Siapa pun yang bakal menjadi rektor UM 2014/2018 tentu menjadi harapan baru untuk semua pegawai dan mahasiswa di kampus UM kedepannya. 

Berikut beberapa komentar/diskusi dari sumber: berkarya.um.ac.id:
  1. Perubahan pemimpin akan memberikan dampak yang besar bagi organisasi. Begitu pula dengan pergantian Rektor Universitas Negeri Malang (UM), yang diharapkan dapat melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Kepada calon Rektor UM yang nantinya terpilih, semoga dapat menjadi “Gebrakan Baru” sebagai tonggak perubahan. Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang mampu menyeimbangkan antara human oriented dan task oriented. Pemimpin merupakan orang yang mampu mempengaruhi, menggerakkan, mengarahkan orang lain untuk mencapai keberhasilan. Keberhasilan akan terwujud apabila organisasi mau, mampu, dan berani mencoba perubahan secara terus menerus. Walaupun komentar ini hanya tersalurkan melalui dunia maya. Saya yakin dunia maya memang tidak bisa diraba tetapi memberikan dampak yang nyata. Begitu pula organisasi, banyak hal yang tidak dirasakan, tetapi lebih dari itu organisasi memberikan dampak secara langsung terhadap individu. [Kholifatul Mahmudah]
  2. Jika ditanya ‘apakah termasuk yang meminta/mengusulkan diri dalam pencalonan ini?’ tidak, mereka dicalonkan setelah Senat UM melakukan rapat khusus. terlepas dari hal tersebut, saya berharap dalam pemilihan rektor baru ini kedepannya. bisa mengangkat nama harum UM dengan gaya kepemimpinannya. peduli terhadap perkembangan DPM dan Ormawa UM, untuk hal kedua saya rasa cukup penting. untuk meningkatkan rasa kepedulian mahasiswa terhadap organisasi. mengingat akhir bulan februari lalu ada pemira ormawa dan DPM namun ditengah proses tersebut ada sebuah masalah dan hingga sekarang belum ada kelanjutan terkait masalah tersebut. berharap kedepannya rektor peka terhadap masalah-masalah seperti itu. [Alfaraby]
  3. Derasnya pembicaraan tentang pergantian kepemimpinan di tingkat universitas, yakni melalui pemilihan rektor UM yang baru, menggelitik saya untuk turut menyuarakan harapan-harapan sebagai mahasiswa. Pertama, semoga kepemimpinan UM nantinya adalah berdasarkan kemurnian niat membawa UM mengaktualisasikan jati diri sebagaimana yang tertuang dalam visi dan misinya. Bukan atas dasar yang katanya “seksinya” jabatan rektor. Saya tertarik dengan kata-kata dari John Maxwell, “A great leader courage to fulfill his vision comes from passion, not position”. Nah, ketika kepemimpinan lahir atas kesemarakan semangat mencapai tujuan, bukan kesemarakan kedudukan, maka itulah “pemimpin”. Kedua, kepemimpinan yang peka dan tanggap dengan keadaan. Maka, diharapkan yang terpilih nanti adalah yang memang paling memahami irama kondisi dan kebutuhan UM. Artinya, fokusnya bukanlah menjadi “pemimpin” itu sendiri, namun kemampuannya membaca apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya untuk membawa UM lebih baik secara terus-menerus dan berkelanjutan. Hal ini senada dengan kata-kata Henry Miller bahwa “The real leader has no need to lead, he is content to point the way”. Terakhir, semoga beliau yang terpilih menjadi rektor nanti mampu memimpin secara benar dan adil, pun tidak melupakan arti REKTOR itu sendiri. Apa ya? REKTOR= REKoso mesTi, mugi mboten nderek kORupsi. Aamiin. Kita memahami bersama bahwa segala sesuatu mungkin tidak mudah, dan tantangan-tantangan yang dihadapi sangat beragam, namun mari terus belajar dalam proses itu. Saya pun tidak mengetahui secara real dinamika yang terjadi, saya percaya dan turut mendoa demi kebaikan bersama, juga UM. Mohon maaf apabila ada kata yang kurang berkenan, terimakasih atas forum ini. Selamat menentukan pilihan, dan semoga barokah. [Dwi Rahmah Hidayati]
  4. Mahasiswa berkualitas adalah mahasiswa yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi, pengetahuan yang luas, mampu mengontrol emosional, memiliki spiritual dan sosial yang tinggi. dalam proses pembelajaran di Universitas Negeri Malang tidak hanya mampu mengembangkan soft skills mahasiswa tetapi juga hard skills yang dimiliki mahasiswa yang hal tersebut mampu menumbuhkan dan mengembangkan berbagai dimensi ilmu. Mahasiswa disini memiliki hak penuh untuk menerima ilmu secara teori maupun praktek. Dengan melibatkan mahasiswa dalam setiap program kampus, diharapkan ikut mampu membantu mewujudkan visi dan misi kampus. Jadi program kampus tidak hanya di kelola oleh jajaran petinggi saja, tetapi mampu melibatkan skills mahasiswa, karena mahasiswa disini sudah di anggap sebagai manusia yang dewasa yang mampu melakukan kegiatan yang sama dengan orang dewasa umumnya. Dari hal tersebut, sebagai calon rektor yang akan memimpin sebuah instansi yang besar yakni Universitas Negeri Malang, diharapkan mampu menjalin kerjasama yang provit dengan mahasiswa. disini mahasiswa bukan hanya sebagai pelanggan tetapi mahasiswa juga sebagai agen dalam mewujudkan kampus yang berkualitas. Tidak ada Kampus yang berkualitas kalau tidak ada mahasiwa yang berkualitas juga. [dina ni'matul]
Jeleknya meminta jabatan: Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin t berkata, “Seseorang yang meminta jabatan seringnya bertujuan untuk meninggikan dirinya di hadapan manusia, menguasai mereka, memerintah dan melarangnya. Tentunya tujuan yang demikian ini jelek adanya. Maka sebagai balasannya, ia tidak akan mendapatkan bagiannya di akhirat. Oleh karena itu, seseorang dilarang untuk meminta jabatan.” (Syarh Riyadhush Shalihin, 2/469) [ref: http://berkarya.um.ac.id/2014/04/08/bakal-calon-rektor/]